Sabtu, Juli 31, 2010
   
TEXT_SIZE

Cari di Sini

Telah Terbit "Kota Berjuta Cerita" Sebuah Catatan Perjalanan

 

 

Dari buku ini, kita bisa melihat bagaimana Mesir dari sudut pandang 3 orang pemuda yang kebetulan mendapatkan kesempatan untuk bisa menimba ilmu di Universitas Al-Azhar. Di sini mereka mulai melampiaskan dahaga petualangan mereka di samping kesibukan mereka sebagai penuntut ilmu. Berbekal peta, buku catatan kecil, topi dan kamera yang tersimpan rapi di dalam ransel. Ketiga pemuda ini memulai perjalanan mereka menempuh sudut-sudut berdebu kota berjuta cerita, Kairo, menaiki bus fenomenal yang klasik, beradu nyawa diantara ketidakteraturan lalu lintas. Tapi nyatanya, mereka berhasil melihat isi di balik semua penampakan ini.
**
  Komentar Mereka: 
 
"Setiap traveler, fotografer dan pembelajar sejati, pasti bermimpi bisa berkunjung ke salah satu rahim budaya dunia: Mesir. Belajar dari sejarah ribuan tahun yang masih menyisakan bentuk fisik sampai detik ini adalah sebuah kemewahan. Bagaimana kalau tidak hanya berkunjung, tapi sampai tinggal lama di Mesir? Pasti rasanya luar biasa! Rasa luar biasa karena bisa bermukim di Mesir inilah yang dikemas oleh tiga mahasiswa Al-Azhar: Sadzali, Yulian dan Irfan dalam catatan yang menarik ini. Apa yang mereka alami adalah pengalaman mahal. Pengalaman mahal inilah yang dihidangkan dalam mozaik tulisan perjalanan di Mesir. Mari kita nikmati bersama tur sejarah dan budaya Mesir melalui catatan mereka"
A. Fuadi, penulis novel best seller Negeri 5 Menara dan novel Ranah 3 Warna

"Membaca buku ini, saya merasa terbawa ke alam Mesir yang sangat eksotik. Mau ke Mesir? Buku  ini bisa menjadi city guide-nya"
Akbar Zainuddin, Motivator dan Penulis Buku Best Seller: Man Jadda Wajada, The Art of Excellent Life
 
“Bagi orang yang belum pernah ke Mesir seperti saya –dan berharap bisa datang suatu hari—membaca buku ini, sepintas, saya merasakan seperti seorang turis, yang tengah duduk di kaca bus dan sebentar lagi segera sampai.  Ada rasa keinginan segera meloncat dari bus dan tak sabar berkeliling ke tempat-tempat yang cukup menarik. Meski sederhana, buku ini untuk sementara cukup menjadi panduan dan mengundang selera, khususnya bagi yang ingin datang ke negeri ini.”
Cholis Akbar, Redaktur Pelaksana situs www.hidayatullah.com
 
 

Bhinneka dan Ujian Liberalisme

Sudah menjadi maklumat umum bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman yang sangat tinggi, baik keberagaman suku bangsa, bahasa, adat istiadat, norma masyarakat, bahkan sampai watak dan karakteristik setiap penduduknya.


Indonesia memiliki 17.667 buah pulau, baik besar maupun kecil. Sebagian besar adalah perairan, sedangkan luas wilayah daratannya hanya 735.000 mil persegi (seluas Alaska). Di sekian banyak pulau yang ditempati penduduk Indonesia tersebut, terdapat lebih dari 300 kelompok etnis dan 50 bahasa yang sangat berbeda. Dan sistem sosialnya juga berbeda-beda, dari desa-desa kecil yang terpencil sampai kepada kota-kota metropolitan yang besar dan maju. Maka wajar saja kalau negara kita ini memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika, beraneka ragam namun satu jua.

   

Menyikapi Perbedaan dalam Perspektif Historis

Dewasa ini umat Islam menghadapi berbagai macam tantangan yang cukup berat. Selain tantangan eksternal seperti perang pemikiran dan peradaban, tantangan internal juga ikut menggerayangi tubuh umat Islam. Bahkan tantangan dari dalam inilah yang sebenarnya sangat berbahaya. Salah satunya adalah isu perbedaan yang sekarang ini --bagi sebagian besar kita-- masih belum dapat menyikapinya dengan baik.

Tidak dapat dipu
ngkiri lagi, banyaknya berbagai golongan dan bahkan aliran yang ada dalam tubuh Islam sekarang ini memicu kontroversi tersendiri di kalangan kita, khususnya umat Islam di Indonesia. Tengok saja perdebatan yang sering terjadi antara sesama Muslim. Satu golongan menyalahkan golongan yang lainnya. Satu kelompok merasa hanya kelompoknya sajalah yang paling benar.
   

Kaji Syi'ah, Mahasiswa Indonesia Raih Doktor Al Azhar

Indonesia kembali berbangga di bidang akademis. Muhammad Khalid Mushlih, M.A (salah satu senior IKPM Cabang Kairo), mahasiswa asal Jombang, berhasil meraih gelar doktor di Jurusan Akidah Filsafat di Universitas Al Azhar Kairo, dengan predikat summa cum laude.

Dalam seminar doktoralnya pada hari Rabu (12/5), Khalid Mushlih mengupas disertasi dengan judul “Welayat Al-Faqih wa Tathbiqotuha al-Mu’ashiroh: Qi
ra’ah Naqdiyyah Muqoranah bil al-Syuro wa al-Dimukrothiyah”. Dalam bahasa Indonesia, “Welayat al-Faqih dan Penerapannya: Studi Kritik atas Sistem Politik Syi’ah Kontemporer, Komparasi dengan Sistem Syuro dan Demokrasi”.
   

Halaman 1 dari 8

La Tansa Magazine

Pesan Singkat

Video terbaru

Ansyada - Lisan dan Ucapan
Added by:inzacky
Rating:
Views:57
Date:27-05-2010
Ansyada - 80 Tahun Pondokku
Added by:inzacky
Rating:
Views:82
Date:27-05-2010
Ansyada - Bangkitlah Generasi Muda
Added by:inzacky
Rating:
Views:67
Date:27-05-2010
Ansyada - Doa Anak Sholeh
Added by:inzacky
Rating:
Views:60
Date:27-05-2010
Ansyada - Kunci Ilmu
Added by:inzacky
Rating:
Views:290
Date:19-12-2009

Halaman Masuk