Telah Terbit "Kota Berjuta Cerita" Sebuah Catatan Perjalanan

Dari buku ini, kita bisa melihat bagaimana Mesir dari sudut pandang 3 orang pemuda yang kebetulan mendapatkan kesempatan untuk bisa menimba ilmu di Universitas Al-Azhar. Di sini mereka mulai melampiaskan dahaga petualangan mereka di samping kesibukan mereka sebagai penuntut ilmu. Berbekal peta, buku catatan kecil, topi dan kamera yang tersimpan rapi di dalam ransel. Ketiga pemuda ini memulai perjalanan mereka menempuh sudut-sudut berdebu kota berjuta cerita, Kairo, menaiki bus fenomenal yang klasik, beradu nyawa diantara ketidakteraturan lalu lintas. Tapi nyatanya, mereka berhasil melihat isi di balik semua penampakan ini.
A. Fuadi, penulis novel best seller Negeri 5 Menara dan novel Ranah 3 Warna
"Membaca buku ini, saya merasa terbawa ke alam Mesir yang sangat eksotik. Mau ke Mesir? Buku ini bisa menjadi city guide-nya"
Cholis Akbar, Redaktur Pelaksana situs www.hidayatullah.com
Bhinneka dan Ujian Liberalisme

Sudah menjadi maklumat umum bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman yang sangat tinggi, baik keberagaman suku bangsa, bahasa, adat istiadat, norma masyarakat, bahkan sampai watak dan karakteristik setiap penduduknya.
Indonesia memiliki 17.667 buah pulau, baik besar maupun kecil. Sebagian besar adalah perairan, sedangkan luas wilayah daratannya hanya 735.000 mil persegi (seluas Alaska). Di sekian banyak pulau yang ditempati penduduk Indonesia tersebut, terdapat lebih dari 300 kelompok etnis dan 50 bahasa yang sangat berbeda. Dan sistem sosialnya juga berbeda-beda, dari desa-desa kecil yang terpencil sampai kepada kota-kota metropolitan yang besar dan maju. Maka wajar saja kalau negara kita ini memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika, beraneka ragam namun satu jua.
Menyikapi Perbedaan dalam Perspektif Historis
Dewasa ini umat Islam menghadapi berbagai macam tantangan yang cukup berat. Selain tantangan eksternal seperti perang pemikiran dan peradaban, tantangan internal juga ikut menggerayangi tubuh umat Islam. Bahkan tantangan dari dalam inilah yang sebenarnya sangat berbahaya. Salah satunya adalah isu perbedaan yang sekarang ini --bagi sebagian besar kita-- masih belum dapat menyikapinya dengan baik.Tidak dapat dipungkiri lagi, banyaknya berbagai golongan dan bahkan aliran yang ada dalam tubuh Islam sekarang ini memicu kontroversi tersendiri di kalangan kita, khususnya umat Islam di Indonesia. Tengok saja perdebatan yang sering terjadi antara sesama Muslim. Satu golongan menyalahkan golongan yang lainnya. Satu kelompok merasa hanya kelompoknya sajalah yang paling benar.
Kaji Syi'ah, Mahasiswa Indonesia Raih Doktor Al Azhar
Indonesia kembali berbangga di bidang akademis. Muhammad Khalid Mushlih, M.A (salah satu senior IKPM Cabang Kairo), mahasiswa asal Jombang, berhasil meraih gelar doktor di Jurusan Akidah Filsafat di Universitas Al Azhar Kairo, dengan predikat summa cum laude.Dalam seminar doktoralnya pada hari Rabu (12/5), Khalid Mushlih mengupas disertasi dengan judul “Welayat Al-Faqih wa Tathbiqotuha al-Mu’ashiroh: Qira’ah Naqdiyyah Muqoranah bil al-Syuro wa al-Dimukrothiyah”. Dalam bahasa Indonesia, “Welayat al-Faqih dan Penerapannya: Studi Kritik atas Sistem Politik Syi’ah Kontemporer, Komparasi dengan Sistem Syuro dan Demokrasi”.
Artikel Lainnya...
Halaman 1 dari 8




