Artikel :
- Sudah menjadi maklumat umum bahwa Indonesia merupakan negara yang memilik...
- Dewasa ini umat Islam menghadapi berbagai macam tantangan yang cukup berat....
- Berapa waktu lalu pelajar SLTA di Indonesia menghadapi ujian nasional (UN) ...
- Salah satu hal menarik untuk dibicarakan setelah pesta demokrasi adalah per...
- Lagi-lagi khazanah intelektual Islam diserang. Ini memang bukan kali pertam...
- Judul : Negeri 5 Menara Penulis : Ahmad Fuadi Pe...
- Sepanjang hidup, kita telah menyaksikan berbagai macam pemandangan; taman-t...
- Taharrok Fainna Filharakatil barakah, Wainnal Barakah Filharakah (KH. Abdu...
- Menjadi pemimpin sungguhlah sangat berat dan beresiko besar terutama jika i...
- Berikut renungan-renungan kecil tentang beberapa alasan atau motivasi belaj...
Ditulis oleh Nurdin Sarim
Taharrok Fainna Filharakatil barakah, Wainnal Barakah Filharakah (KH. Abdullah Syukri Zarkasyi)
Segala sesuatu di alam semesta tunduk pada satu hukum; Hukum Bergerak. Tak ada yang ‘tak bergerak. Jika anda mendapatkan sesuatu materi yang tetap tak bergerak, itu hanyalah tipuan panca indra anda. Seluruh materi di alam bergerak terus menerus mulai dari yang terbesar sampai yang terkecil. Pikiran Heracklitus (541-475 SM) ini tanpak mengada-ada atau hanya pikiran filosofis belaka, akan tetapi ilmu pengetahuan pada masa kita telah membuktikan bahwa segala benda (baik kecil maupun besar) memang bergerak secara terus menerus.
Hal ini dibenarkan oleh temuan Fisika Quantum, temuan ini menyatakan bahwa segala materi di alam semesta terbentuk dari energi quanta, materi yang tersusun dari energi ini tampak seperti padat karena kelemahan panca indra kita, padahal jika diteliti dari dekat tampak jelas bahwa materi terdiri dari rongga-rongga yang berisi getaran energi quanta yang bergerak sedemikian cepat. Dengan kata lain segala materi yang terdiri dari energi quanta ini akan terlihat dan terasa pada oleh indra kita dikarenakan pergerakannya yang sangat cepat. (Quantum Ikhlas by Erbe Sentanu hal 8)
Bukan hanya materi micro yang bergerak, alam semesta yang super besar ini pun bergerak dan mengembang secara terus menerus, hal ini dinyatakan oleh banyak ilmuan, seperti Alexandre Friedmann, Albert Einstein, Georges Lemaître, Edwin Hubble dan puluhan ilmuan lainnya. Hubble (seorang ahli astronomi dari Amerika, bekerja di Observatorium Mount Wilson, California) menyatakan bahwa bintang-bintang dan galaksi-galaksi tidak hanya bergerak tapi juga saling menjauhi satu sama lain. Hal senada juga dinyatakan oleh Stephen Hawking's dalam bukunya Universe, bahwa alam semesta terus menerus bergerak dan mengembang.
Filosof Islam; al-Farobi pun menyatakan bahwa seluruh makluk hidup di alam semesta mulai dari tumbuhan, hewan dan manusia terus-menerus bergerak tiada henti. Jadi, jika bergerak adalah tabi’at seluruh apa yang ada di alam ini mulai dari benda mati dan hidup, dari yang terkecil (atom) sampai yang terbesar (alam semesta) hendaknya manusia; makhluk yang diberi pikiran oleh Allah memahami filsafat gerak ini. Dan tidak diam saja karena diam (kata Heraclitus) berari mati.
Bergerak adalah suatu kewajiban bagi manusia dan seluruh alam dan segala isinya. Allah telah menggambarkan dan memerintahkan manusia untuk terus menerus bergerak seperti ayat berikut “ Sesungguhnya allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sampai mereka sendiri merubahnya” ayat ini mengajarkan pada seluruh manusia untuk bergerak, mengubah yang negatif ke arah yang positif, dan mengembangkan diri dan potensi ke arah kemajuan yang lebih baik lagi.
Filsafat ini telah banyak diaplikasikan oleh manusia sebelum kita, umat Islam dalam sejarahnya yang gemilang telah membuktikan filsafat ini. Al-Makmun salah satu kholifah islam, setelah bermimpi bertemu Aristoteles dalam mimpinya dan bertanya banyak padanya tentang hakekat hikmah dan kebenaran kemudian mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata, dari sinilah Al-Ma’mun mulai mencanangkan penerjemahan buku-buku filsafat yunani yang sebelumnya telah dimulai oleh al-Mansur dan ar-Rasyid. Pergerakan ini telah membuat peradaban Islam menjadi peradaban terbesar dalam sejarah. Sekali lagi, ini adalah buah hasil dari filsafat bergerak ini.
Bayangkan, jika para pelajar, mahasiswa, aktivis, penguasa, ulama, kaum cerdik pandai dan seniman tidak mengaplikasikan filsafat ini, maka tidak akan ada kota-kota yang indah, gedung-gedung yang menjulang tinggi, ukiran-ukiran yang mempesona mata, dan buku-buku yang bermanfaat. Pendek kata filsafat bergerak harus terus-menerus diajarkan pada diri kita dan orang lain.
Namun bergerak tidak asal-bergerak begitu saja secara serampangan, ada landasan-ladasan dan tujuan yang harus diperhatikan, seperti geraknya elektron-elektron yang mengitari inti atom (proton dan netron), sinyal-sinyal elektromagnetik yang dikirim ke otak oleh panca indra, galaksi-galaksi dan matahari beredar pada garis edarnya, begitupun bulan, bumi, planet-planet dan bintang-bintang, pendek kata semuanya bergerak pada tataran yang rapi dan terarah, dan hal ini mengajarkan pada manusia pentingnya bergerak dalam tataran keseimbangan dan perhitungan yang cermat.
Jika sistem ini diterapkan dalam berorganisasi yang terus bergerak dan berdinamika, maka perlu diperhatikan beberapa hal berikut, diantaranya; menganalisis berbagai tahapan kemungkinan dalam per¬kem¬bang¬an, pemilihan sahabat andalan, pembagian tugas, mengambil tindakan dini, tidak bertindak sendirian, menghasilkan solusi yang tangguh dan bertahan lama, mempertimbangkan segala alternatif seraya terus waspada. Dan menuju suatu tujuan yang satu; ridho Allah. Hal ini dimaksudkan agar sistem perputaran roda organisasi layaknya seperti peredaran bumi yang mengelilingi matahari dalam kecermatan dan keseimbangan maha sempurna.
Salah satu faktor penting dalam pergerakan dalam segala sektor adalah sahabat andalan dan pembagian tugas seperti yang dinyatkan di atas, hal ini tercermin dalam kepribadian Nabi Musa as yang memilih Harun sebagai rekannya dalam berdakwah (thaahaa [20]: 29-35), dan beigtu pun dengan Nabi kita Muhammad SAW. Dan sumpah Allah terhadap pentingnya pembagian tugas, hal ini dinyatakan dalalam surat adz-dzaari yaat [51]: 4 Allah berfirman “Demi malaikat-malaikat yang membagi-bagi urusan” firman ini mengajarkan pada manusia akan pentingnya berkongsi antar sesama.
Dengan menggunakan metode ini banyak waktu yang dapat dihemat dan kemungkinan penyelesaian tugas dengan cepat, tercapainya kualitas hasil akhir yang lebih ting¬gi, tiap peserta dapat mengambil kearifan, pengetahuan, keahlian, dan pengalaman dari mereka yang turut serta dalam pekerjaan tersebut, kesalahan dan kekeliruan poten¬si¬al dan kerusakan, yang acap timbul dari ketergesa-gesaan, bisa banyak dikurangi, akan mempererat per¬sahabatan, persaudaraan, dan kesetiaan sesama peserta, memungkinkan seseorang me¬ngenal keindahan dan keahlian orang lain dan menepis nafsu serakah dari kalbu orang bersangkutan, dan akhirnya mem¬buatnya jadi orang sederhana (moderat).
Inilah filsafat bergerak. Jika filsafat ini dipahami dengan sungguh-sungguh dan dengan tujuan yang baik maka manusia akan mampu menciptakan kembali peradaban yang beradab dan kegemilangan yang hilang. Taharrok fainna filharakatilbarakah, wainnal barakah filharakah, begitu kata guru kita.
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 424
Comments (0)

Write comment
La Tansa Magazine
Pesan Singkat
Milis IKPM Cab. Kairo
Pengunjung Hari Ini






![]() | Today | 36 |
![]() | Yesterday | 51 |
![]() | This Week | 242 |
![]() | This Month | 1533 |
![]() | All Days | 19880 |
38.107.191.88









