Sabtu, Juli 31, 2010
   
TEXT_SIZE

Cari di Sini

Bhinneka dan Ujian Liberalisme

Sudah menjadi maklumat umum bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman yang sangat tinggi, baik keberagaman suku bangsa, bahasa, adat istiadat, norma masyarakat, bahkan sampai watak dan karakteristik setiap penduduknya.


Indonesia memiliki 17.667 buah pulau, baik besar maupun kecil. Sebagian besar adalah perairan, sedangkan luas wilayah daratannya hanya 735.000 mil persegi (seluas Alaska). Di sekian banyak pulau yang ditempati penduduk Indonesia tersebut, terdapat lebih dari 300 kelompok etnis dan 50 bahasa yang sangat berbeda. Dan sistem sosialnya juga berbeda-beda, dari desa-desa kecil yang terpencil sampai kepada kota-kota metropolitan yang besar dan maju. Maka wajar saja kalau negara kita ini memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika, beraneka ragam namun satu jua.

 

Menyikapi Perbedaan dalam Perspektif Historis

Dewasa ini umat Islam menghadapi berbagai macam tantangan yang cukup berat. Selain tantangan eksternal seperti perang pemikiran dan peradaban, tantangan internal juga ikut menggerayangi tubuh umat Islam. Bahkan tantangan dari dalam inilah yang sebenarnya sangat berbahaya. Salah satunya adalah isu perbedaan yang sekarang ini --bagi sebagian besar kita-- masih belum dapat menyikapinya dengan baik.

Tidak dapat dipu
ngkiri lagi, banyaknya berbagai golongan dan bahkan aliran yang ada dalam tubuh Islam sekarang ini memicu kontroversi tersendiri di kalangan kita, khususnya umat Islam di Indonesia. Tengok saja perdebatan yang sering terjadi antara sesama Muslim. Satu golongan menyalahkan golongan yang lainnya. Satu kelompok merasa hanya kelompoknya sajalah yang paling benar.
   

Mencerminkan Pendidikan dengan Ilmu Hadis

Berapa waktu lalu pelajar SLTA di Indonesia menghadapi ujian nasional (UN) yang menentukan kelulusannya selama belajar di sekolah.

Meskipun UN bukan merupakan barang baru, namun tetap saja menjadi momok yang menakutkan karena merupakan standarisasi kelulusan. Karena itulah, UN dianggap satu-satunya jalan terbaik untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Buktinya sampai detik ini UN masih eksis dilaksanakan.

   

Antara Intelektual dan Politik

Salah satu hal menarik untuk dibicarakan setelah pesta demokrasi adalah peran ulama atau kiai dalam ranah perpolitikan Indonesia. Banyak ulama yang mencoba terjun ke dalam kancah politik, dengan alasan politik sebagai media untuk dakwah.

Situasi semacam itu ternyata menjadi sorotan masyarakat. Banyak yang mempertanyakan apakah ulama benar-benar mampu berpolitik? Apakah dengan terjunnya ulama dalam bidang politik dapat mengubah suasana perpolitikan di Indonesia?

Ada pendapat yang menyatakan agar ulama mundur dari dunia politik, karena tugasnya mengajarkan agama, pendidikan dan sosial kepada masyarakat. Politik itu kotor, sedangkan agama itu sakral. Jangan sampai mengotori agama yang sakral tersebut dengan politik.

   

Halaman 1 dari 2

La Tansa Magazine

Pesan Singkat

Milis IKPM Cab. Kairo

Bagi Anggota IKPM Cab. Kairo. Silahkan Bergabung

Powered by Yahoo!Groups

Pengunjung Hari Ini

019880
TodayToday36
YesterdayYesterday51
This WeekThis Week242
This MonthThis Month1533
All DaysAll Days19880
38.107.191.89

Video terbaru

Ansyada - Lisan dan Ucapan
Added by:inzacky
Rating:
Views:57
Date:27-05-2010
Ansyada - 80 Tahun Pondokku
Added by:inzacky
Rating:
Views:82
Date:27-05-2010
Ansyada - Bangkitlah Generasi Muda
Added by:inzacky
Rating:
Views:67
Date:27-05-2010
Ansyada - Doa Anak Sholeh
Added by:inzacky
Rating:
Views:60
Date:27-05-2010
Ansyada - Kunci Ilmu
Added by:inzacky
Rating:
Views:290
Date:19-12-2009

Halaman Masuk