- Sudah menjadi maklumat umum bahwa Indonesia merupakan negara yang memilik...
- Dewasa ini umat Islam menghadapi berbagai macam tantangan yang cukup berat....
- Berapa waktu lalu pelajar SLTA di Indonesia menghadapi ujian nasional (UN) ...
- Salah satu hal menarik untuk dibicarakan setelah pesta demokrasi adalah per...
- Lagi-lagi khazanah intelektual Islam diserang. Ini memang bukan kali pertam...
- Judul : Negeri 5 Menara Penulis : Ahmad Fuadi Pe...
- Sepanjang hidup, kita telah menyaksikan berbagai macam pemandangan; taman-t...
- Taharrok Fainna Filharakatil barakah, Wainnal Barakah Filharakah (KH. Abdu...
- Menjadi pemimpin sungguhlah sangat berat dan beresiko besar terutama jika i...
- Berikut renungan-renungan kecil tentang beberapa alasan atau motivasi belaj...
Berikut renungan-renungan kecil tentang beberapa alasan atau motivasi belajar di Mesir.Pertama, Menguji kematangan kita.
Jika anda telah "berhasil", menjadi baik, merasakan peningkatan kualitas selama di Pondok maka saat ini (saat anda di Mesir), hasil baik yang sudah anda raih diuji. Jika anda merasa belum terlalu menonjol, tidak begitu berprestasi, biasa-biasa saja ketika di Pondok maka saat ini (saat anda diluar Pondok) kesempatan membuktikan keunggulan kita. Jadi, Diri kita yang sesungguhnya akan nampak sekarang ini. Saat ini. Saat anda di Mesir. Saat anda di luar Pondok.
Mengapa..??
- Sebab anda baik di Mesir adalah karena memang itu pilihan anda sendiri. Anda konsisten berjama'ah di masjid, tilawah al-Quran bahkan tahajud adalah karena dorongan kuat yang tumbuh dari dalam diri sendiri. Motivasi intrinsik (kata Satria Hadi Lubis). Anda sungguh-sungguh belajar bahkan disiplin waktu adalah karena kesadaran anda sendiri. Disinilah letak keunggulan anda di Mesir. Tidak ada lagi ayunan hayjuraan (rotan) yang membangunkan adding (tidur pagi) anda. Tidak ada lagi barisan maraasim yang mengiqaab keterlambatan kita pergi ke masjid. Tidak ada lagi tawqi'. Tidak ada lagi qismul amn. Yang ada hanyalah nurani. Atau dhomiir dalam bahasa Pondok kita.
- Sebab karakter anda terbentuk secara alami ketika di luar Pondok. Anda pendiam. Anda muthii' (taat). Anda rapih dan bersih. Anda pemberani. Anda berwibawa. Anda bijak. Semua itu terbentuk pada diri anda bukan karena gelombang paksaan yang keras. Bukan karena anda ustadz Gontor. Bukan karena anda pengurus OPPM. Bukan juga karena anda pengajar pelajaran sore. Tapi ini karena anda seorang muslim yang memiliki tanggung jawab (meminjam istilah ust. Atim rahimahullaah).
Kedua, kesempatan belajar di institusi yang unik.
- Disinilah anda berkesempatan belajar profesionalisme. Anda akan mencoba untuk hidup terfokus. Memilih konsentrasi perjuangan. Act in focus. Sebab profesionalisme bukan mengerjakan semua pekerjaan, tapi ia adalah berbuat dan berjuang dalam satu lini secara optimal. Di al-Azhar ini kita dilatih hidup terarah melalui sarana takhashshush (displin fakultas).
- Di al-Azhar anda tidak membayar. Dosen tidak digaji oleh iuran kuliah anda. Sehingga yang menggerakkan doktor-doktor Azhar datang ke kampus untuk mengajar anda adalah keterpanggilan.
- Sepintas Azhar tidak memiliki controlling system yang canggih. Tapi sekali lagi "unik". Cara Azhar memonitor mahasiswanya cukup dengan Quran. Seburuk-buruknya alumnus Azhar, mau tidak mau, ia harus menyentuh al-Quran. Bagi kita-kita yang punya cita-cita suci nan luhur, maka di Azhar inilah kesempatan untuk hidup dalam naungan al-Quran. Kesempatan mencintai al-Qur'an. Kesempatan menjadi ahlul Qur'an, shoohibul Qur'an, haamilul Qur'an. Kalaulah hanya ini sisi positif belajar di Azhar atau Mesir maka cukuplah ia sebagai puncak kemuliaan dan kebanggaan buat kita. Tanpa lainnya.
Ketiga, Belajar hidup dan kehidupan.
Disini anda berpeluang meraih ilmu "sikap". Minimal sabar dan sungguh-sungguh. Disini anda tak perlu berharap terlalu besar dari kuliah. Dari muqarrarnya. Dari jayyid jiddan, jayyid atau maqbuul. Tapi anda mesti berharap dari proses. Proses menghadapi dan menjalani ujian. Proses mengakses dan memperoleh ilmu dan berbagai informasi positif. Proses ketika menyikapi realita, apapun, menyikapi krisis macam-macam, pernik-pernik hidup di Mesir. Karena itu, janganlah kita terhipnotis oleh hasil diatas kertas, nama al-Azhar, buku dan materi muqarrar. Dalam suratnya, Pak Hasan Abdullah Sahal pernah berpesan pada saya, "Ananda! Keteguhan dalam menjalankan yang terbaik bagi ananda dalam ikatan tuntunan syara' paling menentukan "kelulus-tidaklulusan" ananda dalam kehidupan nyata" (30 September 2003).
Keempat, Menyikapi segala sesuatu atas dasar pengetahuan.
Anda berdakwah atas dasar fiqh, berbuat atas dasar ilmu, hidup atas dasar pengetahuan. Jika anda punya cita-cita menjadi pewaris dan perjuangan Rasulullah maka disini peluang itu terbuka luas. Jika anda ingin hidup terarah disini kesempatan itu ada. Sebab banyak sekali fenomena-fenomena di Mesir yang melintas di pelupuk mata anda adalah ekspresi dari semangat menghidupkan pesan-pesan Rasulullah. Kita bisa diskusikan sama-sama contohnya!
Kelima, Saatnya anda menjadi buah hati keluarga anda.
Ibu, keluarga dan masyarakat tidak peduli dengan keadaan anda yang sesungguhnya. Yang mereka tahu secara sederhana anda pergi dengan pesawat terbang ke Mesir untuk belajar agama. Yang mereka tahu ketika anda pulang adalah anda telah belajar di Universitas bernama al-Azhar. Yang mereka pahami secara cepat adalah anda seorang ustadz. Ustadz yang sesungguhnya. Selanjutnya, terserah anda apakah harapan dan cita-cita itu berujung pada kekecewaan? Nauudzubillah atau anda memang benar-benar pelita hati yang dinanti-nanti ibu, keluarga, masyarakat dan umat? Ya rabb!.
Satu catatan lagi, bahwa fakultas dan kuliah bukan segala-galanya. Tapi salah satu yang menjadi saham terbesar dalam membentuk pola pikir dan kepribadian anda adalah habitat anda. Lingkungan anda. Lingkup pergaulan. Ruang kerja anda. Teman hidup anda. Rumah anda. Dan, semua yang mengelilingi kehidupan anda diluar ruang kuliah. Maka jangan ragu untuk berada dalam pos-pos kebaikan. Apapun resikonya. Sebab hidup ini, apapun pilihannya, selalu penuh resiko. Tidak ada yang tidak berisiko. Selamat berjuang!
Suhartono TB.
Taushiah ini disampaikan dalam acara Orientasi Mahasiswa Baru IKPM Cabang Kairo, Sabtu 14 Februari 2004. dan disampaikan kembali pada Pembekalan Intensif Mahasiswa Baru IKPM Cab Kairo, Jum’at 10 April 2009.

La Tansa Magazine
Pesan Singkat
Milis IKPM Cab. Kairo
Pengunjung Hari Ini






![]() | Today | 10 |
![]() | Yesterday | 59 |
![]() | This Week | 199 |
![]() | This Month | 575 |
![]() | All Days | 22434 |









