Kamis, September 09, 2010
   
TEXT_SIZE

Cari di Sini

Training Menulis Ilmiah Klub Kajian al-Qudwah IKPM

Bekerjasama dengan klub kajian Salsabila, klub kajian al-Qudwah IKPM mengadakan pelatihan menulis ilmiah dan metode pembacaan turost, Jum'at sore (27/3). Bertempat di sekretariat tercinta, di bilangan Hay Asyir Nasr City, Kairo acara berlangsung dari jam 4 sore hingga setelah Maghrib.

Berbeda dengan acara pelatihan menulis majalah La Tansa di minggu sebelumnya (21/3), pada acara kali ini lebih ditekankan tentang penulisan karya ilmiah. Sedangkan acara sebelumnya training menulis yang lebih bersifat umum, mencakup semua bentuk tulisan. Baik itu yang bersifat feauture maupun hard news.

Pelatihan kali ini diisi oleh dua orang pakar kajian di kalangan mahasiswa Indonesia di Mesir, ust. Nidlol Masyhud, Lc dan ust. Irwan Masduqi. Ust. Nidlol sendiri berbicara tentang metode penulisan ilmiah. Menurut beliau, ada beberapa langkah khusus dalam penulisan karya ilmiah. Karena, berbeda dengan tulisan jenis lain, tulisan ilmiah dituntut untuk dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan harus mengikuti standar-standar khusus. Maka, tidak seperti menulis cerpen ataupun diari.

Langkah awalnya adalah dengan mengumpulkan bahan dari apa yang ingin kita tuliskan. Dan terus melalui langkah-langkah lain, hingga di akhirnya adalah proses editing yang mencakup diskusi ataupun menyerahkan tulisan tersebut kepada seseroang yang di bawah kita. Hal ini dilakukan, agar tulisan kita benar-benar mampu dipahami oleh orang yang mungkin masih awam.

Pembicara lain, ust. Irwan Masduqi memberikan gambaran baru dan segar dalam metode pembacaan turost atau kitab-kitab ulama klasik. Menurut beliau, ada beberapa motede yang bisa dilakukan agar kita benar-benar bisa memahami karya para ulama terdahulu itu. Salah satunya adalah dengan metode kritik biografi.

Artinya, ketika kita ingin memahami sebuah kitab ulama, maka kita perlu juga mengetahui sejarah penulisan kitab tersebut. Baik itu kondisi lingkungan pada masa penulisan, maupun mazhab dan pemikiran yang dianut oleh sang ulama. Bahkan, sebuah kitab turots tak terlepas dari situasi politik pada masa ulama tersebut hidup. Beliau mengutip ucapan Imam Ghazali sendiri yang mengatakan, “Bila kita mengetahui sejarah, maka pengetahuan ilmu kita akan bertambah.”

Selain dengan metode penyampaian materi, acara juga diisi dengan tanya jawab dan dialog antara pemateri dengan audiens. Pelatihan sore itu kemudian ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan berupa piagam kepada masing-masing narasumber.[neilhoja]

La Tansa Magazine

Pesan Singkat

Milis IKPM Cab. Kairo

Bagi Anggota IKPM Cab. Kairo. Silahkan Bergabung

Powered by Yahoo!Groups

Pengunjung Hari Ini

022434
TodayToday10
YesterdayYesterday59
This WeekThis Week199
This MonthThis Month575
All DaysAll Days22434
38.107.191.86

Video terbaru

Ansyada - Lisan dan Ucapan
Added by:inzacky
Rating:
Views:109
Date:27-05-2010
Ansyada - 80 Tahun Pondokku
Added by:inzacky
Rating:
Views:119
Date:27-05-2010
Ansyada - Bangkitlah Generasi Muda
Added by:inzacky
Rating:
Views:106
Date:27-05-2010
Ansyada - Doa Anak Sholeh
Added by:inzacky
Rating:
Views:97
Date:27-05-2010
Ansyada - Kunci Ilmu
Added by:inzacky
Rating:
Views:349
Date:19-12-2009

Halaman Masuk