- Dari buku ini, kita bisa melihat bagaimana Mesir dari sudut pandang 3 ...
- Indonesia kembali berbangga di bidang akademis. Muhammad Khalid Mushlih, M.A (salah s...
- Dalam rangka program pengembangan bahasa yang dicanangkan tahun ini, Pondok Modern Da...
- بسم الله الرحمن الرحيم معالى الأمين العام ...
- Setelah melewati triwulan pertama kepengurusan DP IKPM Kairo 2009-2010, kami mengadak...
- Cairo. Kesebelasan IKPM Cabang Cairo gagal meraih kemenangan setelah kalah tipis 3-4 ...
- Pada hari sabtu 3 Oktober 2009 Armada Jelajah IKPM melakukan perjalanan menuju tempat...
- Setelah menahan hawa nafsu selama sebulan lamanya akhirnya pada hari ini (Ahad 20/9/0...
- Peringatan Nuzulul Qur’an - Untuk memperingati malam Nuzulul Qur’an, IKPM Caban...
- SIRAH-Studi Islam Ramadhan. Untuk mengisi kegiatan di bulan Ramadhan tahun 1430 ...
Bekerjasama dengan klub kajian Salsabila, klub kajian al-Qudwah IKPM mengadakan pelatihan menulis ilmiah dan metode pembacaan turost, Jum'at sore (27/3). Bertempat di sekretariat tercinta, di bilangan Hay Asyir Nasr City, Kairo acara berlangsung dari jam 4 sore hingga setelah Maghrib.
Berbeda dengan acara pelatihan menulis majalah La Tansa di minggu sebelumnya (21/3), pada acara kali ini lebih ditekankan tentang penulisan karya ilmiah. Sedangkan acara sebelumnya training menulis yang lebih bersifat umum, mencakup semua bentuk tulisan. Baik itu yang bersifat feauture maupun hard news.
Pelatihan kali ini diisi oleh dua orang pakar kajian di kalangan mahasiswa Indonesia di Mesir, ust. Nidlol Masyhud, Lc dan ust. Irwan Masduqi. Ust. Nidlol sendiri berbicara tentang metode penulisan ilmiah. Menurut beliau, ada beberapa langkah khusus dalam penulisan karya ilmiah. Karena, berbeda dengan tulisan jenis lain, tulisan ilmiah dituntut untuk dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan harus mengikuti standar-standar khusus. Maka, tidak seperti menulis cerpen ataupun diari.
Langkah awalnya adalah dengan mengumpulkan bahan dari apa yang ingin kita tuliskan. Dan terus melalui langkah-langkah lain, hingga di akhirnya adalah proses editing yang mencakup diskusi ataupun menyerahkan tulisan tersebut kepada seseroang yang di bawah kita. Hal ini dilakukan, agar tulisan kita benar-benar mampu dipahami oleh orang yang mungkin masih awam.
Pembicara lain, ust. Irwan Masduqi memberikan gambaran baru dan segar dalam metode pembacaan turost atau kitab-kitab ulama klasik. Menurut beliau, ada beberapa motede yang bisa dilakukan agar kita benar-benar bisa memahami karya para ulama terdahulu itu. Salah satunya adalah dengan metode kritik biografi.
Artinya, ketika kita ingin memahami sebuah kitab ulama, maka kita perlu juga mengetahui sejarah penulisan kitab tersebut. Baik itu kondisi lingkungan pada masa penulisan, maupun mazhab dan pemikiran yang dianut oleh sang ulama. Bahkan, sebuah kitab turots tak terlepas dari situasi politik pada masa ulama tersebut hidup. Beliau mengutip ucapan Imam Ghazali sendiri yang mengatakan, “Bila kita mengetahui sejarah, maka pengetahuan ilmu kita akan bertambah.”
Selain dengan metode penyampaian materi, acara juga diisi dengan tanya jawab dan dialog antara pemateri dengan audiens. Pelatihan sore itu kemudian ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan berupa piagam kepada masing-masing narasumber.[neilhoja]
La Tansa Magazine
Pesan Singkat
Milis IKPM Cab. Kairo
Pengunjung Hari Ini






![]() | Today | 10 |
![]() | Yesterday | 59 |
![]() | This Week | 199 |
![]() | This Month | 575 |
![]() | All Days | 22434 |









