Kamis, Maret 11, 2010
   
TEXT_SIZE

Cari di Sini

Sekilas tentang IKPM Cabang Kairo


A. Mukaddimah

IKPM Cabang Kairo adalah organisasi kumpulan para alumnus Pondok Modern Gontor beserta beberapa pesantren Modern yang lain yang sedang menempuh study di universitas al-Azhar dan berbagai universitas Mesir lainnya. Hal ini sebagai wadah aspirasi dan silaturahmi antar alumni Pondok Modern yang notabene adalah penerus perjuangan agama dan negaranya.

B. Sekilas sejarah berdirinya IKPM cabang Kairo.

Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Cabang Kairo didirikan secara resmi pada tanggal 17 Juli 1979, sebagai wujud kesadaran alumni-alumni Pondok Modern (PM) Gontor yang sedang menempuh berbagai program studi dengan berbagai jurusan di Lembah Nil untuk bersama-sama memberdayakan diri dalam rangka pengabdian kepada agama, nusa dan bangsa. Selain itu, berdirinya IKPM Cabang Kairo juga merupakan wujud rasa tanggung jawab atas kelangsungan hidup PM Gontor sesuai dengan Piagam Penyerahan Wakaf tanggal 12 Oktobr 1958.

Agak berbeda dengan cabang-cabang IKPM lainnya yang banyak menekankan kegiatannya pada bidang dakwah dan ekonomi, aktivitas IKPM Kairo lebih menitikberatkan pada upaya pengembangan kualitas pikir dan keilmuan serta ukhuwah islamiah antar anggota. Sebab, memang, al-ma'hadu bi abnâ'ihi, lâ bi binâ'ihi (apa dan bagaimana Gontor itu dilihat dari kualitas alumni-alumninya, bukan dari pembangunan gedung-gedungnya). Dalam hal ini, IKPM Cabang Kairo dan cabang-cabang lain yang berbasis mahasiswa dan berada di lingkungan kampus seperti Ciputat, Kuala Lumpur, Islamabad, dan Madinah dituntut untuk memainkan peran terdepan dalam pengembangan kualitas pikir dan keilmuan, sejalan dengan empat motto PM Gontor: berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas dan berpikiran bebas.

Upaya pemberdayaan kualitas keilmuan pribadi anggota melalui berbagai aktivitas itu tidak selamanya berjalan lancar dan memenuhi harapan. Banyak prestasi yang telah dicapai, tetapi tidak sedikit pula persoalan yang kerap kali mengganggu kelancaran aktivitas. Salah satunya adalah "nasib buruk" yang dialami IKPM cabang Kairo bersama Persatuan Pelajar Indonesia (PPI, nama organisasi mahasiswa Indonesia di Mesir saat itu) dan Yayasan Dana Bantuan Mahasiswa (YDBM).

Memasuki usia delapan tahun, IKPM cabang Kairo secara resmi dibubarkan oleh Duta Besar RI untuk Mesir yang saat itu dijabat oleh Bapak R. Achmad Djumiril, melalui Surat Keputusan nomor: SKEP/013/VI/1987 tentang Pembubaran Organisasi Kemasyarakatan Indonesia di Mesir, tertanggal 18 Juni 1987. Keputusan itu diambil pihak pemerintah (dalam hal ini KBRI Kairo) karena IKPM Kairo belum menyesuaikan AD/ART-nya dengan ketetapan Undang-undang No. 8 tahun 1985, sampai batas waktu yang telah ditentukan: 17 Juni 1987. Sebagai konsekuensi dari pembubaran itu, seperti tertera pada butir 2 SKEP itu, IKPM cabang Kairo dilarang melakukan segala aktivitas organisasi, baik ke dalam maupun ke luar.

Tetapi, pembubaran dan pembekuan aktivitas itu tidak berlangsung terlalu lama. Meskipun sampai saat itu tidak dikeluarkan Surat Keputusan baru yang mencabut surat keputusan lama, IKPM cabang Kairo diizinkan kembali untuk menjalankan segala aktivitasnya. Dan itu, tampaknya, setelah Pimpinan Pusat (PP) IKPM, melalui suratnya tanggal 15 Agustus 1987, menyampaikan Anggaan Dasar (AD) Badan Wakaf Pondok Modern, sebagai organisasi induk IKPM, kepada pihak KBRI. Anggaran Dasar yang telah dimuat dalam Lembaran Negara tanggal 15 Mei 1987, telah melakukan penyesuaian terhadap UU No. 8 tahun 1985 tersebut.

C. IKPM Cabang Kairo dan Dunia Kampus

Eksistensi al-Azhar sebagai universitas besar yang sangat diharapkan oleh mahasiswa Indonesia sebagai sarana penyalur aspirasi dan pengembangan diri, ternyata tidak bisa diharapkan sebagaimana mestinya. Durasi belajar mengajar yang sangat pendek setiap semesternya, kurangnya sarana belajar mengajar dan metode yang ada mendorong mahasiswa  asing khususnya Indonesia untuk mencari wadah lain guna mencapai tujuan dan apa yang mereka harapkan sebelumya. Tidak diizinkannya mahasiswa asing untuk ikut serta dalam kegiatan ekstra perkuliahan seperti leadership training, forum kajian ilmiah mahasiswa dan olahraga telah membuat mahasiwa Indonesia merasa terpanggil untuk membentuk limited group tersendiri di luar kampus guna menyalurkan aspirasi dan pengembangan diri mereka. Dan salah satunya adalah IKPM Cabang Kairo. Karenanya keberadaan IKPM harus memegang peranan penting dalam peningkatan kualitas individu maupun kolektif.

Selain penyalur aspirasi dan wadah pengembangan diri, IKPM cabang Kairo  juga dituntut untuk mampu mengeratkan tali silaturrahmi antar alumni Pondok Modern yang berdomisili di negri seribu menara ini. Karena tidak dipugkiri lagi bahwa keberhasilan seseorang, selain kapabilitas dan  kepribadian, tidak luput dari jaringan kerja. Dan salah satu jaringan kerja alumni Pondok Modern adalah hubungan emosional antar alumni yang telah belajar dalam lembaga yang sama ataupun dalam  metode yang sama. Seperti apa yang sering dikatakan KH. Syukri Zarkasyi, MA, salah satu dari Pimpinan Pondok Modern Gontor; jadilah seseorang yang mampu membuat jaringan kerja dan mempergunakan jaringan tersebut.  Oleh karena itu, IKPM cabang Kairo dalam setiap periode kepengurusannya selalu menitik beratkan program kerjanya pada hal-hal diatas.




La Tansa Magazine

Pesan Singkat

Video terbaru

Ansyada - Kunci Ilmu
Added by:inzacky
Rating:
Views:108
Date:19-12-2009
Lagu Wajib - Hymne Oh Pondokku
Added by:inzacky
Rating:
Views:125
Date:24-11-2009
Melayang - Darussalam Musicians
Added by:inzacky
Rating:
Views:233
Date:13-07-2009
Hari Penantian - Darussalam Musicians
Added by:inzacky
Rating:
Views:201
Date:13-07-2009
Pondok Modern Gontor Indonesia
Added by:inzacky
Rating:
Views:312
Date:11-06-2009

Halaman Masuk